Akhirnya badan ini tergerak setelah terbaring cukup lama
di tempat tidur. Setelah beberapa kegiatan yang sangat
menyita perhatianku dari akhir Mei hingga awal Juni ini. Melaksanakan tiga
macam ujian, berangkat sejak matahari belum muncul. Tau-tau di rumah langit
sudah gelap lagi. Sepertinya tidur seharian adalah tindakan yang dibenarkan.
Sudah
cukup lama setelah post terakhirku di sini. Ada yang menunggu, ada juga yang
tidak. Dan untuk kalian yang menyempatkan diri membaca, aku persilakan. Tapi
jangan bingung, ini akan jadi sangat tidak jelas. Perlu keahlian khusus
menganalisa pesan tersirat, bukan tersurat.
Kemarin
malam insomnia datang lagi. Aku memang begitu. Kadang bisa tidur dengan laaammmaaaaaanya.
Tidur 19 menit pun aku pernah (bukan termasuk tidur di kelas lho). Aku baru
bisa terlelap pukul setengah 1 dini hari. Sebenarnya ada banyak cara agar aku
bisa cepat tidur. Pasang earphone,
misalnya. Ditambah masih ada 3 buku di rak yang belum sempat aku baca. Biasanya
kalau aku baca buku sambil tiduran tau-tau udah merem gitu aja. Tapi aku sudah
melakukan kedua hal itu. Tetap saja tidak mempan. Huh merepotkan!
Tiba-tiba
aja aku jadi ingin nyelem galeri di HP, dan membuka satu album. Aku nemu video
yang dulu setiap hari aku putar, as a lullaby for me. Beethoven. Kenapa? Kenapa
aku suka lagu itu? Sudah aku ceritakan alasannya kepada kalian di postku terdahulu.
Aku juga membuka puluhan screenshots
percakapan yang... ya memang hanya dengan cara itu aku bisa terus mengingat
ucapan seseorang. Silakan bertepuk tangan karena seperti yang sudah kalian duga
ini akan berujung curcol alias curhat colongan. Hahaha.
Well,
I just found out recently.
Kesedihan
dan kebahagiaan adalah dua sisi yang berbeda, yang dapat dengan mudahnya
bertukar tempat. Detik ini kita tertawa, namun esoknya kita menangis. Itu hal
yang biasa. Maka dari itu, bersedihlah seperlunya, dan berbahagialah
sewajarnya.
Aku paham
benar teori itu. Tapi apa kamu belum pernah merasakan apa itu kebingungan? Apa yang
harus aku rasakan pun, saat itu aku tidak tau. Kombinasi dari keduanya. Aku jelas
sedih, maksudku... secepat itukah? Tapi di sisi lain, aku juga harus
mendukungnya... setidaknya memberikan dia dorongan supaya lebih semangat dalam
meraih mimpinya. Bukankah dulu aku pernah berkata jika dia bahagia aku juga
bahagia?
Ya. Semua
orang memang butuh topeng. Aku, kamu, kita. Karena kita adalah sosok yang sama.
Aku bisa saja berpura-pura bahagia. Tapi tidak jika aku gunakan topeng itu
untuk keluargaku, temanku, sahabatku, bahkan dirinya. Aku tidak bisa.
Mungkin
karena aku percaya banget sama istilah ‘membaca mata’. Jadi saat diajak bicara,
seseorang bisa membaca karakter dari mata. Mereka tau apa yang sedang kita
alami. Bahkan ketika kita mengenakan topeng. Ada kalanya topeng itu dilepas atau
terlepas dengan sendirinya. Mau kamu tertutup apapun, karena aku tau semua
orang memiliki hati...dan yang terpenting perasaan. Sepasang mata
menunjukkannya.
Aku pun
berusaha bahagia.
Tapi
mungkin tepatnya hal yang sedang aku rasakan ini adalah kecewa. Kenapa orang-orang
datang silih berganti hanya untuk pergi?
Aku tidak
lupa kalau setiap orang juga bisa kecewa. Karena aku mengalaminya. Aku punya
masa-masa berat, masa-masa di mana aku merasa kesal, aku ditinggal. Aku pun
menanyakan kembali kepada Tuhan, kenapa orang meninggalkanku?
Kekecewaan
adalah hal manusiawi, bukan?
Aku bisa
saja kecewa terhadap dia yang meninggalkanku. Dia juga boleh kecewa atas
sikapku.
Tapi
aku tidak pernah berharap sesuatu kembali, jika ia pergi karena kesalahanku
sendiri. Mungkin karena keterlambatanku. Ya begitulah. Aku kecewa berpisah
dengannya dalam akhir yang sedih.
Tapi
kembali ke tadi. Aku sama seperti kalian. Hati dan pilihan manusia memang
rumit. Aku juga sudah belajar untuk mengerti dan menerima. Karena hidup terus
berjalan... dan mungkin orang itu hanya akan tetap menjadi bagian kecil dari
hidupku. Tidak lebih.
Dan pada
akhirnya kamu akan dipertemukan kembali.
Dengan
sosok yang kamu rindukan.


0 comments:
Post a Comment
Terima kasih telah menjadi salah seorang pembaca jurnalku. Semoga kamu suka. Silakan beri komentar yang baik ya. Biar aku senang. He he ✿
Calon penulis,
Nafi'ah