Tuesday, 7 June 2016

Topeng

Posted by Nafi'ah Indah Mutiara at Tuesday, June 07, 2016


Akhirnya badan ini tergerak setelah terbaring cukup lama di tempat tidur. Setelah beberapa kegiatan yang sangat menyita perhatianku dari akhir Mei hingga awal Juni ini. Melaksanakan tiga macam ujian, berangkat sejak matahari belum muncul. Tau-tau di rumah langit sudah gelap lagi. Sepertinya tidur seharian adalah tindakan yang dibenarkan.

Sudah cukup lama setelah post terakhirku di sini. Ada yang menunggu, ada juga yang tidak. Dan untuk kalian yang menyempatkan diri membaca, aku persilakan. Tapi jangan bingung, ini akan jadi sangat tidak jelas. Perlu keahlian khusus menganalisa pesan tersirat, bukan tersurat.

Kemarin malam insomnia datang lagi. Aku memang begitu. Kadang bisa tidur dengan laaammmaaaaaanya. Tidur 19 menit pun aku pernah (bukan termasuk tidur di kelas lho). Aku baru bisa terlelap pukul setengah 1 dini hari. Sebenarnya ada banyak cara agar aku bisa cepat tidur. Pasang earphone, misalnya. Ditambah masih ada 3 buku di rak yang belum sempat aku baca. Biasanya kalau aku baca buku sambil tiduran tau-tau udah merem gitu aja. Tapi aku sudah melakukan kedua hal itu. Tetap saja tidak mempan.  Huh merepotkan!

Tiba-tiba aja aku jadi ingin nyelem galeri di HP, dan membuka satu album. Aku nemu video yang dulu setiap hari aku putar, as a lullaby for me. Beethoven. Kenapa? Kenapa aku suka lagu itu? Sudah aku ceritakan alasannya kepada kalian di postku terdahulu. Aku juga membuka puluhan screenshots percakapan yang... ya memang hanya dengan cara itu aku bisa terus mengingat ucapan seseorang. Silakan bertepuk tangan karena seperti yang sudah kalian duga ini akan berujung curcol alias curhat colongan. Hahaha.

Well, I just found out recently.

Kesedihan dan kebahagiaan adalah dua sisi yang berbeda, yang dapat dengan mudahnya bertukar tempat. Detik ini kita tertawa, namun esoknya kita menangis. Itu hal yang biasa. Maka dari itu, bersedihlah seperlunya, dan berbahagialah sewajarnya.

Aku paham benar teori itu. Tapi apa kamu belum pernah merasakan apa itu kebingungan? Apa yang harus aku rasakan pun, saat itu aku tidak tau. Kombinasi dari keduanya. Aku jelas sedih, maksudku... secepat itukah? Tapi di sisi lain, aku juga harus mendukungnya... setidaknya memberikan dia dorongan supaya lebih semangat dalam meraih mimpinya. Bukankah dulu aku pernah berkata jika dia bahagia aku juga bahagia?

Ya. Semua orang memang butuh topeng. Aku, kamu, kita. Karena kita adalah sosok yang sama. Aku bisa saja berpura-pura bahagia. Tapi tidak jika aku gunakan topeng itu untuk keluargaku, temanku, sahabatku, bahkan dirinya. Aku tidak bisa.

Mungkin karena aku percaya banget sama istilah ‘membaca mata’. Jadi saat diajak bicara, seseorang bisa membaca karakter dari mata. Mereka tau apa yang sedang kita alami. Bahkan ketika kita mengenakan topeng. Ada kalanya topeng itu dilepas atau terlepas dengan sendirinya. Mau kamu tertutup apapun, karena aku tau semua orang memiliki hati...dan yang terpenting perasaan. Sepasang mata menunjukkannya.

Aku pun berusaha bahagia.

Tapi mungkin tepatnya hal yang sedang aku rasakan ini adalah kecewa. Kenapa orang-orang datang silih berganti hanya untuk pergi?

Aku tidak lupa kalau setiap orang juga bisa kecewa. Karena aku mengalaminya. Aku punya masa-masa berat, masa-masa di mana aku merasa kesal, aku ditinggal. Aku pun menanyakan kembali kepada Tuhan, kenapa orang meninggalkanku?

Kekecewaan adalah hal manusiawi, bukan?

Aku bisa saja kecewa terhadap dia yang meninggalkanku. Dia juga boleh kecewa atas sikapku.

Tapi aku tidak pernah berharap sesuatu kembali, jika ia pergi karena kesalahanku sendiri. Mungkin karena keterlambatanku. Ya begitulah. Aku kecewa berpisah dengannya dalam akhir yang sedih.

Tapi kembali ke tadi. Aku sama seperti kalian. Hati dan pilihan manusia memang rumit. Aku juga sudah belajar untuk mengerti dan menerima. Karena hidup terus berjalan... dan mungkin orang itu hanya akan tetap menjadi bagian kecil dari hidupku. Tidak lebih.


Dan pada akhirnya kamu akan dipertemukan kembali.

Dengan sosok yang kamu rindukan.

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menjadi salah seorang pembaca jurnalku. Semoga kamu suka. Silakan beri komentar yang baik ya. Biar aku senang. He he ✿
Calon penulis,

Nafi'ah

 

Nafi'ah Indah Mutiara Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting