Untuk diriku…
Apakah aku patut heran,
ketika melihat orang berbuat sedemikian baik?
Apakah aku perlu pula menanyakan,
mengapa orang tersebut kelewat baik?
Hingga diri ini dibuat jatuh terpikat, detik demi detik.
Dan untukmu…
Tidakkah kamu takut, jika mengagumi seseorang dengan hanya melihat apa yang sengaja ditaruh,
bukan dengan apa yang menjadikannya utuh?
atas apa yang terlihat, bukan yang melekat?
Tidakkah kamu khawatir, jika mencintai seseorang tidak untuk dia sebenarnya
dan hanya mencintai ide tentang dia seharusnya?
Pertanyaan yang hanya bisa ditemukan jawabannya
oleh sang empunya rasa.
oleh sang empunya rasa.
Memang… selalu ada momen, di mana Tuhan menghantammu, dan membuatmu merasa tidak lebih ringan dari selembar kertas, ya?
Ya. Baru kali ini aku merasa sangat dicintai
Sejalan dengan itu, ada risau yang kian menjadi
Kekhawatiran menggoreskan kecewa di hati,
orang yang telah mencintaiku tanpa tapi.
Kutanya sekali lagi padamu, wahai sang pemilih, kenapa harus diri ini?
Ketika dirimu… pun terutama aku,
merasa sudah di batas mampu
Lebih baik menyerah saja, ya?
Tentunya, menyerah-kan semua-muanya…
kepada Yang Tiada Dua
Janji, ya?

