Hai, selamat malam.
Nggak kerasa ya udah jam
segini aja.
Time flies so fast.
Seharian tadi aku kuliah.
Habis itu masih dilanjut ngerjain tugas bahasa Inggris untuk diskusi besok
pagi.
Ini minggu ketiga aku
menjalani kuliah di semester dua. Lhoh... ternyata sudah 6 bulan ya aku jadi
anak kos. Cepet banget. Itu berarti, tinggal separuh jalan lagi... dan
September aku bakal wisuda. Enggak lama lagi julukan sebagai wanita karir pasti
juga bakal nempel di aku. Berasa tua banget kayaknya ya.
19 Maret adalah tanggal yang
biasanya sangat kunanti-nantikan. Kalau dulu, setiap tanggal itu ada kue
beserta lilinnya, kado, dan apapun yang identik dengan kejutan atau perayaan
you name it.
Tapi jujur mungkin besok
akan menjadi ulang tahun yang paling tidak aku tunggu-tunggu. Karena dalam
hitungan hari aku akan mendapatkan angka terakhirku sebagai seorang gadis
remaja. Selepas itu ya menjadi dewasa. Memikirkan akan memasuki usia kepala dua
saja sudah membuatku cukup takut kan. Kedepannya mau bagaimana, jadi apa, bakal
dapat jodoh apa enggak..
Tapi seriously tahun ini aku
ingin dapat jodoh plis!!!
Ampun deh sekalinya nulis
ini aku jadi kepikiran lagi! Tolong :(
But now, i think i’m ready for saying goodbye to my teen years. Dan setelah dipikir-pikir ya memang hal
seperti itu yang seharusnya aku pikirkan sekarang. Enggak ada lagi rengekan,
tangisan, ataupun tingkah kekanak-kanakan. Bahkan kalau aku sudah di usia 20
tahun nanti, aku enggak rela kalau diriku masih nangis karena patah hati. Kalau
dulunya -sampai kemarin sih sebenernya- masih sering marah ataupun cemburu,
sadarlah kalau orang dewasa tidak melakukan itu. Pikirkan lagi bahwa enam kali
kamu nangis karena dia itu sia-sia.
Tell me why were you wasting
time, and why you wasted crying, when you should be with someone else instead.
The right one comes at the right time. Percaya ini.
Sudah siap menjabat sebagai
gadis 19 tahun? Setahun lagi sudah siap menjadi dua dekade?
Hal yang perlu kuingat bahwa
apa yang terjadi hari ini besok dan seterusnya, mungkin sudah sepantasnya aku
syukuri karena memberikan pelajaran di hari kemudian. Aku hanya perlu senyum,
dan maafkan semua orang sebelum aku tidur. Nyenyak, dan bangun dengan senyum
baru yang mungkin masih aku paksakan. Kembali bertemu mereka, dan dia
khususnya, dengan seluruh maaf dari nuraniku. Jangan cemburuan :)
Kalau kamu semakin bertambah
umur tapi masih memilih bersikap seperti anak kecil, ya mau bagaimana Naf.
Karena menjadi tua itu pasti. Tapi menjadi dewasa adalah pilihan. Ya kan?
Intinya, semoga jodohku
lekas datang. Lhoh. Aminin aja ya.
Gadis yang rindu jodohnya,
Nafi'ah.

