Friday, 29 April 2016

28/4/16

Posted by Nafi'ah Indah Mutiara at Friday, April 29, 2016 0 comments
Tidak kusangka aku benar-benar menginjakkan kakiku di sini. Bermodalkan tindakan impulsif mencari tiket yang ujung-ujungnya kebeli.

“Mas, adek mau ke Jakarta.”
“Boleh ya, Mas. Please Mas...”

Pesan singkat yang tepat aku kirimkan sebagai epilog atas semua narasi kesibukanku beberapa bulan terakhir ini. Tidak hanya itu semua berbarengan dengan sedikit keresahanku tentang suatu hal. Keresahan yang akan mencapai puncaknya di penghujung bulan Mei nanti.

Satu-satunya yang terlintas di pikiranku pas dikasih libur adalah...melarikan diri!

Eits bukan melarikan diri dari masalah lho ya. Maksud aku...escape alias menghilang. Menghilang untuk sementara.

Akhirnya aku tiba juga di stasiun Pasar Senen. Kamis, 28 April 2016 pukul setengah enam petang.


Karena sudah hampir 3 bulan ini kegiatanku penuh pengulangan. Bangun-sekolah-belajar-nugas-tidur. Tugas utama pelajar, memang. Belajar keras menghadapi Ujian Nasional, mengurus berkas pendaftaran sekolah dinas, mempersiapkan persyaratan beasiswa...

Padet banget kayak jalanan di Jogja sekarang.

Jadi setelah itu semua selesai, kurasa aku benar-benar butuh menghirup udara lain...
Memandang langit lain...selain langit Jogjakarta.

Ya walaupun sampai sekarang aku tetap menyebut langit Jogja adalah yang terindah.

Kedatanganku sore itu disambut oleh langit mentari senja. Ditambah dengan ramai riuh penumpang lainnya. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 9 jam. Ditemani novel yang tebalnya 544 halaman membuatku tidak terasa sudah tiba di tujuan.

Akankah perjalanan ini juga membuatku lupa terhadap hal yang aku resahkan?
Setidaknya sebentar saja hilang dari ingatan. Kurasa itu sudah cukup bijak.

Ah, cerita selengkapnya menyusul ya, kalau aku sudah pulang. Sekarang aku mau siap-siap dulu pergi ke suatu tempat. Menenggelamkan diri di tanah orang. Lagian takut ketahuan sama yang punya laptop juga. Hihi.



Salam ya, dari gadis yang walau jauh di mata tetap dekat di hati,

Nafi’ah.

Friday, 15 April 2016

Antara Aku dan Buku

Posted by Nafi'ah Indah Mutiara at Friday, April 15, 2016 0 comments

Berawal dari orang tuaku, yang paling susah bilang ‘iya’ setiap aku izin mau main. Selalu aja ada alesannya buat bilang ‘gak boleh’. Paling dapet penolakan gitu aku sebel tingkat tinggi. Kadang bisa sampai nangis juga. Habisnya, saat orang lain lagi sering-seringnya main sama temen, makan di luar, jalan-jalan ke mall bareng, atau nonton. Aku jaraaang banget bisa dapet kesempatan kayak gitu. Tapi, memang selalu ada maksud baik sih dari ‘larangan’ orang tua.

Berasa kurang gaul gitu...

Jadi kalau temenku ngajakin nonton, ke toko buku, atau liat-liat diskonan sepatu, bisanya pas jam pulang sekolah. Biar bisa langsung tanpa harus pulang ke rumah. Alhasil tiap main ke luar, aku masih dalam keadaan berseragam.

Itu semua berdampak secara nggak langsung, aku bisa tau kepribadianku adalah seorang yang kurang gaul, kurang main, ya gitu, anak rumahan. Makanya, sejak kecil hingga sekarang aku lebih seneng di rumah daripada main di luar.

Karena sejak kecil aku emang suka banget sama yang namanya buku. Aku menghabiskan waktu luangku dengan membaca. Dulu kecil sih aku disediain buku gambar dan mewarnai, pastel, pensil, dan seperangkat alat tulis lainnya. Kalau SMA ini, aku punya ritual tiap hari Kamis ke toko buku di daerah Kota Baru. Sebelumnya browsing dulu, buku apa sih yang wajib dibaca bulan ini. Terus nunggu deh hari Kamis buat ke toko buku. Kenapa hari Kamis? Karena itu adalah Novel Day. Jadi, setiap pembelian novel di hari Kamis, toko buku itu ngasih diskon 25%. Lumayan kaan... Hehehe sampai-sampai tukang parkir sama mas-mas penitipan tas udah hafal sama kami berdua –aku dan kembaranku-. Pernah nanya gini pas aku ke sana sendiri, “Kok nggak sama kembarannya?

Padahal awalnya aku nggak begitu suka sama novel lho. Aku lebih suka ensiklopedia gitu –sampai sekarang juga sih-. Lihat tingkat ketebalan novel yang rata-ratanya 300 halaman aja udah alergi duluan. Tapi aku sadar, memang setipis itukah garis yang memisahkan benci dan cinta? Hahaha.

Sejak itulah aku jatuh cinta sama yang namanya’novel’.


Novel pertamaku apa ya?

Trilogi Jingga dan Senja kayaknya. Berlanjut ke buku-buku karya Ilana Tan, sampai ke novel yang membuatku jatuh cinta yaitu Dilan!

Jadi sebenarnya kurang lebih dua minggu sebelum Ujian Nasional, aku sempat ke toko buku Kota Baru itu buat beli novel Hujan karya Tere Liye. Yang baru sempat aku baca dua hari belakangan ini.

Aku penasaran banget baca resensinya kok kayaknya bagus. Temanya science-fiction gitu. Berhubung aku juga suka banget sama tulisan Tere Liye yang aku akui emang hebat dalam membawakan pesan tersirat, tanpa pikir panjang aku langsung beli satu.


Dan ternyata oh ternyata novel ini menceritakan masa depan. Dengan dunia yang sudah sangat berbeda dengan peralatan super canggih. Imajinasiku terbang ke mana-mana pas baca buku ini. Seperti biasa, aku gak akan cerita ke kalian gimana isinya. Isinya tentang persahabatan, cinta, perpisahan, melupakan, dan tentang hujan. Cocok buat gadis mellow sepertiku, kan?

Dan sebenarnya lagi, kemarin aku udah siap-siap buat njemput kekasih (re:novel). Tapi, seperti biasa. Larangan orangtua untuk keluar. Alasannya sih, ‘udah malam’. Huhuhu sedih. Padahal ada beberapa buku yang masuk list-kudu-dibeli. Dan ini kan rencanaku sejak lama. Pokoknya habis ujian aku langsung ke toko buku belanja buku (Aneh ya? Biasanya cewek itu belanja baju, sepatu, tas....) Ah, aku sedih banget deh hari itu. Yaa alhasil aku pasang muka cemberut, masuk kamar, nyelesaiin Hujan itu tadi. Enggak ngomong beberapa jam.

Suasana makin ngena ketika hujan turun. Daaan... aku baper.
Seriusan ceritanya bagus banget.


Bagi yang sudah baca, baguslah. Bagi yang belum, ayooo. Intinya kalian harus baca deh! Ini kan novel paling recommended tahun 2016.

Mungkin itu aja ya, sedikit cerita antara aku dengan buku. Dan, buat kalian semua yang masih anti buat baca, mulai sekarang biasakan diri, ya. Jangan alergi dulu. Bacalah apapun yang kalian suka, asalkan bermanfaat.

Karena memang benar kata Kak Viny JKT48. “Kalau doraemon punya pintu ke mana saja, menurutku buku adalah versi nyatanya.”

Kalau dipikir emang bener lho. Dengan membaca buku, wawasan kita akan semakin luas. Ilmu sekecil apapun yang sebelumnya belum kita ketahui, dengan membaca kita akan jadi tau, kan? Daripada liburan ngelamun, nggak boleh main, nggak dapet tiket buat liburan, nggak tau mau ngapain, mending diisi buat baca. Dan satu lagi. Siapa yang butuh doraemon kalau kita bisa menciptakan pintu ke mana saja dengan cara kita sendiri?




Si kutu buku,



Nafi’ah

 

Nafi'ah Indah Mutiara Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting