Ah,
aku kurang tidur!
Sepertinya
tidur di kelas saat jam kosong adalah tindakan yang dibenarkan.
Sudah
beberapa hari ini perasaanku tidak enak. Seperti ada beban satu ton di
kepalaku. Walau memang benar tertawa kencang bersama teman-teman sampai perut
sakit setidaknya bisa meredakan.
Hingga
aku mendapati satu peristiwa...
Mimpi
aneh itu datang dua hari yang lalu. Aku kehilangan orang yang sangat aku
cintai. Seseorang yang sangat aku harapkan. Seseorang yang bila tersenyum bisa
membuatku lupa akan melakukan apa. Ya, kalau kamu bilang mimpi itu hanya bunga
tidur, ya memang kamu benar. Tapi, salahkah jika bunga tidur itu menyelipkan
rasa khawatir di diriku? Aku takut. Bahkan aku belum sempat mengungkapkan
perihal penting kepadanya. Perihal yang (mungkin) jika dia mendengarnya, dia akan
menganggap itu sebagai lelucon belaka.
Tapi
Tuhan, tolong beri aku waktu lebih untuk bisa terus memandangnya.
Berikan
pula aku kesempatan untuk hidup bahagia dengannya.
Karena
dia yang menjadikanku begini.
Sebisa
mungkin membuat diriku layak untuk mencintainya...bahkan dicintainya.
Berusaha
baik dalam pelajaran...
Ikut
berbagai macam lomba dan menjuarainya...
Dengan
cara apapun!
Aku
tidak mau kehilangan dia.
Memang,
tidak seharusnya kita terlalu mengharapkan sesuatu. Bisa jadi kita akan bertemu
dengan yang namanya kekecewaan. Di saat kita sibuk mencari dan terus mencari hal
yang sangat ingin kita miliki. Di situlah perlahan-lahan waktu terbuang. Jangan
sedih karena merasa hanya kamu saja yang mengemis cintanya. Berjuang mati-matian
agar dia mau melihat. Menunggu waktu yang tepat sampai dia menyadari itu semua.
Padahal di luar sana, mungkin ada yang mengalami itu. Tidak hanya kau saja. Percayalah.
Atau bahkan kamu adalah targetnya? Siapa tahu!
Jadi,
gunakan waktu dan matamu itu. Cobalah untuk melihat dunia luar...
Saat
kamu sibuk mencari emas, Nafi’ah. Tanpa sadar kamu telah kehilangan berlian.
Ah,
tapi aku hanya mau dia!
Andai
aku cukup pintar, ya? Aku ingin membuat mesin penambah waktu.

