Wednesday, 6 July 2016

Sisi Lain

Posted by Nafi'ah Indah Mutiara at Wednesday, July 06, 2016 0 comments
Saat ini aku masih terjaga dengan headphone di kepalaku dan menatap layar laptop dengan bantuan lensa. Kalau tidak karena lagu dari Rachel Platten yang mengusir rasa sepi, mungkin aku sudah sedari tadi menatap nanar sampai pikiranku menjadi kosong. Dan gila. Ah terlalu berlebihan kurasa.

Tapi tiba-tiba benakku dipenuhi oleh satu pertanyaan. Satu saja sudah membuatku seperti ini. Ya, namanya juga Nafi’ah. Gadis dengan sejuta mimpi dan pertanyaan.

Pertanyaan yang mungkin jawabannya hanya dapat aku ketahui lewat diriku sendiri.

Apakah aku cukup baik di mata orang?

Maaf jika aku menyebut dia lagi di sini. Karena dia adalah virusnya. Salahkan dia.

Mungkin beberapa dari kalian sudah tahu, bahwa aku telah menetapkan tiga teratas yang menjadi motivasiku melakukan berbagai hal. Pertama Tuhan, kedua orangtua, dan ketiga dia.


Kalau boleh aku uraikan beberapa...

Aku berhasil lulus Ujian Saringan Masuk STAN, mengalahkan 150 ribu lebih peserta karena aku mengingat mereka.

Bahkan lari 6 kali putaran lebih di lapangan yang sangat luas untuk tes fisik pun aku sanggup. Karena mereka.

Tes SBMPTN yang tidak pernah kuharapkan sebelumnya, aku berhasil lolos dan diterima menjadi mahasiswi Universitas Gadjah Mada. Karena mereka juga...

Tuhan yang menganugerahiku otak, akal, dan pikiran...

Orangtua ku yang selalu mendoakan yang terbaik bagi putrinya...

Dan dia yang selalu aku ingat agar aku bisa membuktikan kepadanya bahwa... aku bisa.

Buat kamu yang telah dipilih dia.
Maaf, kamu yang lebih dariku.
Atau banyak dari kalian yang jauh lebih pandai dariku.
Aku hanya meluruskan hakku. Bahwa setiap manusia boleh mencintai.

Aku bukan malaikat.
Aku bukan pula orang jahat.

Tapi kalau dia yang kumaksud justru menganggapku tak baik. Sampai-sampai semua orang disapa sedangkan aku tidak...

Aku tidak apa. Aku harus menerimanya, ‘kan?
Ah, terlalu naif memang.

Hanya saja, yang perlu aku lakukan sekarang adalah membenahi diri. Mempersiapkan menjadi yang terbaik. Aku tetap akan menjadi aku. Kamu biarlah menjadi kamu. Tak perlu takut dan khawatir mau dinilai bagaimana.

Aku juga harus berusaha berhenti menjadikannya motivasi. Karena ternyata jika yang menjadi motivasimu adalah seseorang. Maka ketika suatu saat dia pergi, semua motivasimu akan menghilang. Dan aku akan semakin berdosa dan justru memberi cap namaku sebagai orang yang jahat jika aku terus melakukannya. Karena ada orang lain yang lebih berhak atas itu.

Tapi hei. Kamu pikir, dari semua sisi diriku,
benar-benar tidak ingin melihat lebih?


Atau memang semua orang begitu? Termasuk dia juga, yang hanya menilai seseorang dari dua sisi?



Salam dari gadis yang udah resmi move-on,



Nafi’ah.
 

Nafi'ah Indah Mutiara Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting