Tuesday, 16 February 2016

Hati: Kau dan Aku

Posted by Nafi'ah Indah Mutiara at Tuesday, February 16, 2016 2 comments

Heyho! Tiup dulu sini blog aku yang sudah berdebu. Akhirnya setelah sekian lama gak nulis bisa punya waktu juga. Sebenernya banyak banget sih momen ataupun problematika yang pengen aku ungkapkan lewat tulisan. Karena gak ada salahnya kan, berbagi cerita? Mulai menjurus ke curcol nih alias curhat colongan. Haha. Dan jangan bingung, sekali lagi aku ingatkan ini akan jadi sangat tidak jelas.

By the way aku belum bisa tidur. Mungkin karena tadi tidur siang cukup lama (?) Iya soalnya aku gak biasa tidur siang, jadi palingan jam setengah delapan aja udah terbaring pulas di kasur. Haha.

Posisiku sekarang lagi nyelip di selimut sambil pasang earphone dengerin Beethoven Fur Elise. Jadi itu aku download video orang main piano gitu. Entah kenapa aku suka banget ndengerin itu pas malam-malam sebelum tidur. Maybe, I can rename it “Lullaby For Me”. Hahaha. Padahal itu kan lagu misterius ya? Ah, biarin. Namanya juga suka. Habis pianistnya si dia sih. Keren!

Karena mataku belum ngasih tanda-tanda waktunya merem, jadi...
Mari kita mulai (curcolnya)...


Well, sudah beberapa minggu ini aku menjalankan kegiatan yang penuh pengulangan. Monoton. Bangun-sekolah-nugas-tidur. Kalau kamu bilang masa SMA apalagi yang bentar lagi mau ujian itu timing sibuk-sibuknya, aku setuju. Tapi aku lebih setuju lagi kalau dikasih waktu luang. Seminggu deh!

Ya, saat kamu melalui hal-hal berat...kamu akan menemukan seseseorang bahkan sekumpulan orang yang membuatmu berlatih untuk bisa bilang kalau ini tidak berat. Bukan masalah ada orang yang peduli, pura-pura peduli, atau bahkan bener-bener gak peduli terhadap apa yang kamu rasakan. Aku bukannya mencari orang-orang yang seperti itu. Aku termasuk orang yang menjadikan seseorang sebagai motivasi. Entah kenapa kepada orang yang satu ini aku gak perlu pikir panjang untuk menjadikannya motivasiku dalam belajar. Walaupun (mungkin) orang itu masa bodoh terhadap apa yang aku lakukan. Tapi seenggaknya aku bangga menaruh namanya di peringkat kedua list orang yang berpengaruh terhadap belajarku. Pertamanya jelas orangtuaku ya. Dan sekali lagi, biarlah orang itu gak peduli kalau namanya aku tulis.

Senang, kan, kalau setiap hari bisa melihat senyum orang yang kita suka? Walau bahkan bukan untuk kita.
Kamu juga akan merasa sedih, kan, kalau orang itu ternyata benar-benar tidak menyukai kita?
Tapi di lain hal, jika aku berkata, 'Aku menyukai dia. Aku hanya menyukai dia. Aku tidak mau yang lain. Sudah cukup dia saja.' Egois, kan?
Aku sama sepertimu. Aku juga manusia seperti itu. Jadi aku sebisa mungkin untuk...tidak membenci keputusan mereka. Kamu tidak bisa memaksakan kehendak. Apalagi ini berkaitan dengan hati manusia.


Aku termasuk orang yang percaya bahwa semua orang itu punya hati (memang semua begitu, semua orang memang punya hati) dan perasaan (entah kalau ini aku gak tau). Dan aku juga percaya kalau Tuhan mampu membolak-balikkan hati dan perasaan manusia. Walaupun mungkin saat ini kamu tidak menyukai suatu hal, tunggu saja nanti, besok, atau lusa. Aku ini manusia. Kamu juga manusia. Yang dalam sepuluh detik pun hatiku dan hatimu bisa berubah.
Kadang aku merasa bodoh dan sia-sia. Buat apa menjadikan seseorang sebagai penyemangat yang bahkan orang itu tidak pernah mengucapkan kata ‘semangat’ untuk diriku. Tapi kembali ke tadi, hati setiap orang bisa berubah.

Dan aku terlanjur jatuh kepadanya. Dan...aku tidak menyesal.


There’s nothing you can do. Kamu hanya perlu mental yang kuat untuk melihat hasilnya nanti.






ps: Maaf ya ngepostnya jam segini. Mimpiin aku boleh, gak juga gapapa.
 

Nafi'ah Indah Mutiara Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting