Thursday, 31 December 2015

Dua Cerita di Akhir Tahun

Posted by Nafi'ah Indah Mutiara at Thursday, December 31, 2015
365 of 365.
Selamat datang 2016. Semoga semesta berpihak kepadamu.
Selamat tinggal 2015. Terima kasih atas segala kenangan yang telah engkau lukiskan.

Tahun 2015 bentar lagi habis. Digantikan oleh tahun 2016, yang menuntutku buat lebih giat belajar lagi. Kan bentar lagi Ujian. Itu artinya, gak lama lagi aku lulus.

Ceritanya berawal dari libur panjang di akhir tahun ini yang jujur aku gak ngapa-ngapain. Gak ke mana-mana juga.
Tapi aku mau cerita sedikit boleh ya? Ada dua cerita sih. Dua cerita di akhir tahun. Aku mulai dari yang ini dulu deh.

Jadi ceritanya, tanggal 16 Desember 2015 kemarin aku ikut lomba Menulis Huruf Jawa. Yang ngadain Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Yogyakarta. Tempat lombanya di Grhatama Pustaka.

Alhamdulillah. Aku bersyukur banget bisa juara 1. Padahal awalnya aku pesimis banget. Pesertanya ada 100 lebih. Soal yang belum pernah aku bayangkan sebelumnya. Jadi kita harus mentranskrip huruf latin ke huruf jawa, dan itu 6 paragraf. Edan. Waktunya pun Cuma 1,5 jam. Mana pas-pasnya di aku soalnya habis pula. Alhasil aku kudu nunggu panitia nyari soal. Terus aku minta ekstra waktu 6 menit. Dikasihnya 5 menit. Huft gatau apa kadar soalnya segitu.

Pengumumannya kan keesokan harinya, tanggal 17 Desember via Fanpagenya BPAD di Facebook pukul 10:00 WIB. Jadi gak usah ke sana, cukup lihat di handphone aja. Nah, kebetulan jam segitu aku masih pelajaran kimia. Jujur aja selama pelajaran aku gak konsentrasi. Maaf ya Pak Guru. Dan pas udah jam sepuluh tepat, aku buka webnya. Aku kaget banget! Seketika aku langsung teriak sambil bawa handphone di tanganku. Otomatis semua anak kelas lihatin aku dong. Tak terkecuali Pak Guru. “Ada apa, mbak?”

Masih deg-degan. “Nggak apa-apa, Pak”

Seneng. Seneeeeeng banget. Terima kasih Tuhan, udah ngasih aku kesempatan buat juara. Aku gak henti-hentinya bersyukur. Sampai pelajarannya selesai.

“Ri, tadi pelajarannya bahas apa aja ya?”
(Riri teman semejaku)

Terus terus...
Penerimaan hadiah kan tanggal 21 Desember di gedung tempat aku lomba. Malam itu pukul tujuh, sekalian launching perpustakaan. Soalnya itu gedung baru. Tamunya buanyak. Eh ternyata di sana aku juga ketemu teman seperjuanganku di budaya Jawa. Namanya Aldi. Kenal dia sejak kelas 5 SD. Ya gini, kami selalu dipertemukan di event budaya Jawa. Dia juara Macapat. Dia mah jago.

Seneng banget pas namaku dipanggil dan maju ke panggung. Ditonton banyak orang. Apalagi itu adalah acara launching perpustakaan terbesar se-ASEAN. Berasa tamu kehormatan.
Ini trophynya. Kalau piagamnya nempel di dinding tuh. Nggak mau diajak foto katanya. Hihi.




Cerita kedua.
Pasti semuanya ngrasain. Pas lagi sibuk sekolah pengen cepet-cepet libur. Tapi kalau kelamaan liburnya, pengen cepet-cepet masuk sekolah. Iya kan?

Bersamaan dengan penerimaan rapor akhir semester, itu berarti libur dimulai. Libur tlah tiba. Libur tlah tiba. Hore hore hore! Tapi seriusan deh libur kali ini berasa lama banget. Udah kangen nih. Kangen...siapa? hmmm. Bosen juga di rumah.

Untung saja.

Pulang dari Depok Jawa Barat, kakakku bawain aku ini.



Dilan!

Aku senengnya minta ampun. Seenggaknya liburanku gak hampa-hampa banget.

Suka banget sama novel yang satu ini. Kisah cinta tahun 90an emang sederhana tapi asik ya?
Berhubung aku juga suka banget novel atau drama yang bertema cinta-cintaan, teenlitlika-liku remaja atau apalah. Dan ya... Walaupun yang nulis ini (emang) jomblo, tapi kebanyakan semua karakter cowok di teenlit ataupun novel romance bisa mengikat hati wanita (termasuk saya) dan merasa gak jomblo lagi. Apalagi novel yang ini!

Penulisnya emang hebat banget. Pidi Baiq. Bisa nyulap imajinasiku jadi terbang ke mana-mana. Aku gak akan nge-resensi ya. Cuman mau ngenalin sedikit tentang sosok Dilan aja. Dilan adalah seorang yang susah ditebak, humoris dan romantis, tapi ngeyel. Anak geng motor. Cinta banget sama Milea. Dan cintanya tuh lucu. Asik. Coba aja ada orang kayak Dilan di jaman yang sama denganku. Dan di kota yang sama. Di sekolah yang sama. Sayangnya gak ada. Huhu Dilaaaaaan... Jatuh cinta sama Dilan...
Kalau di dunia ini ada dilan-dilan yang lain, aku mau pesen satu!
Jadi pengen punya pacar kayak Dilan...!

Kalau kamu baca, dijamin langsung senyum-senyum sendiri, deh.

“Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu.
Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”

Ha ha. Novelnya bikin aku gak pernah berhenti buat baca. Habis seru sih! Mumpung libur panjang sementara rumahku (yang bagian depan) lagi di renovasi, kuhabiskan hariku buat baca Dilan di kamar. Tapi juga tetep bantu-bantu Ibu dong. He he.

Tapi Dilan nyebelin. Nggak mau memperjuangkan Milea sampai akhir.
Dasar.


Aku ingat kata Dilan,

“Ah, gak apa-apa gak pacaran sama kamu juga, deh. Asal kamunya tetep ada di bumi. Udah cukup, udah bikin aku seneng.”


Tuh Naf. Bukankah cinta itu gak harus memiliki? Haha.
Jadi kamu jangan menghilang dari bumi ya? Ntar aku jadi sedih.

Dah ah, malah menjurus ke dia lagi.

Semoga kamu tidak keberatan membaca ceritaku hari ini. Hari ini... Hari terakhir di tahun 2015 ya. Waaaah...!
Walaupun belum tengah malam, aku mau mengucapkan: Selamat tahun baru 2016! Setiap tahun baru adalah awal baru. Ayo, cetak pengalaman manis dan membanggakan!


Salam ya dari yang bentar lagi mau lulus,
Nafi’ah

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menjadi salah seorang pembaca jurnalku. Semoga kamu suka. Silakan beri komentar yang baik ya. Biar aku senang. He he ✿
Calon penulis,

Nafi'ah

 

Nafi'ah Indah Mutiara Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting