Tuesday, 8 December 2015

Ceritaku dan Hujan

Posted by Nafi'ah Indah Mutiara at Tuesday, December 08, 2015
Karena hujan yang menjadi alasan aku menetap.
Karena hujan yang menahanku untuk tidak pergi.
Karena hujan yang menyamarkan air mataku.

Tapi hujan. Kenapa kamu datang lagi setelah berulang kali terjatuh?
Apakah kamu memang seromantis itu?
Apakah aku harus sepertimu?
Rasanya aku tak sanggup.


Hari ini Jogja diguyur hujan lebat seharian.
Udah paham langit gelap ngasih kode bakal hujan masih aja nekad pergi. Tapi mau gimana lagi, ini udah direncana sejak lama sih. Pengen bikin tas serut motif bunga matahari. Ya karena di toko-toko gak ada yang jual tas bunga matahari, kalau bisa buat sendiri kenapa enggak? Hitung-hitung ngisi liburan sehari pasca-UAS. Jadi sore pukul 4.00 aku putuskan ke pusat kain terlengkap se Jogja. Tentunya bareng kembaranku. Karena yang nulis ini sudah dipastikan jomblo, sama siapa lagi. Sayangnya di tengah perjalanan turun hujan. Yaaah, gak seru nih mau masuk toko tapi basah-basahan. Katanya kamu suka hujan? Ya, aku memang suka hujan. Jadi gak apa lah ya basah sedikit. Lagipula pas berangkat hujannya belum deras-deras banget kok.

Dan sesampainya di toko, yang bikin kami berdua agak kecewa. Kami gak nemu satu pun kain yang bermotif bunga matahari. Huft. Syedih. Udah jauh-jauh plus nerobos hujan. Keliling satu ruangan dengan ratusan gulungan kain. Kainnya gak ada yang cocok. Mawar banyak sih. Tapi kan kami nyarinya bunga matahari, bukannya mawar. Sampai ngomel-ngomel sendiri dalam hati. "Kok gak ada sih, kalau aku punya pabrik aku bakal bikin produk kain motif bunga matahari yang banyak macemnya!"

“Padahal ini toko kain terlengkap. Mau ke mana lagi kalau toko-toko lain grosirnya di sini.”

Karena udah terlanjur jauh ke utara sedangkan rumahku di selatan, kami membulatkan tekad ke Toko Progo. Tujuannya sih beli apapun yang bercorak bunga matahari. Tapi hujannya makin deras. Kami nunggu bentar di parkiran toko kain sampai hujannya agak reda. Kalau dari toko kain mau ke Toko Progo tinggal lurus ke barat terus belok ke utara sedikit. Lihat hujan gini gak kerasa jadi kebawa ya. Tiba-tiba larut aja nih hati sama perasaan. Layaknya dalam drama mellow, aku jadi pemeran utamanya. Terus si dia jadi...ehm. Jadi apa dong? Haha.

Alhamdulillah, ada yang bisa ngobatin rasa kecewaku. Di lantai tiga Toko Progo ada florist. Jual beraneka macam bunga. Daaaaan ada bunga matahari! Bagus banget dan harganya cukup murah. Cukup Rp30.000,00 dapat sembilan tangkai. Udah sampai sini harus beli dong. Lupa deh tujuan utama.

Ini dia buktinya!
Masih dengan ambisi sebuah tas serut, kami coba ke Malioboro. Siapa tau di trotoar banyak yang jual. Tapi siap kecewa lagi nih gak ada tanda-tanda pedagang yang jual tas bunga matahari. “Habis tuntutan kita aneh-aneh sih, Mbak.”
Ya memang kalau dasarnya udah suka, apapun pasti akan diperjuangkan, bukan?

Memang kurang seru sih jalan di sepanjang Malioboro kalau lagi hujan. Timingnya gak pas nih.

Yaudah pulang aja kali ya. Duit cuma habis buat parkir.
Tapi masih deras dan makin deras. Gimana dong?
Gapapa, katanya kamu suka hujan?



Ceritaku dan hujan hari ini. Selama di jalan pengen cepet-cepet sampai rumah, takut orang tua khawatir. Nerobos hujan lebat pakai jas hujan yang lengannya udah sobek lebar. Percuma deh tetap basah kuyup. Baru kali ini perjalanan jauh hujan-hujanan sampai segitunya. Semoga gak flu deh.


Catch you later,

Nafi’ah

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menjadi salah seorang pembaca jurnalku. Semoga kamu suka. Silakan beri komentar yang baik ya. Biar aku senang. He he ✿
Calon penulis,

Nafi'ah

 

Nafi'ah Indah Mutiara Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting