Seperti yang pernah aku katakan dulu, bukan hidup namanya
kalau tidak menghadirkan banyak kejutan.
Satu minggu di bulan Oktober menjadi hari-hari yang
paling menyiksa. Aku sakit. Sakit yang bisa dibilang sepele banget sih, pilek.
Dimulai dari praktikum tiap Senin, Selasa, Rabu. Ini
wajib bagi anak XII IPA. Ditambah latihan tonti dari selesai praktikum sampai
pak satpam niup peluitnya yang super duper kenceng alias jam lima sore waktunya
anak-anak pulang. Namanya aja tonti, baris-berbaris. Gak mungkin kalau gak
capek, haus, pegel-pegel, plus ngos-ngosan. Nah, ini dia awalnya. Haus itu tadi
yang menjadi alasan aku beli es jeruk tiap hari sehabis latihan. Alhasil,
sekarang gini deh jadinya (meler). Sekarang aja aku nulis sambil
sentrap-sentrup. Duh apa ya bahasa yang lebih enak selain
‘sentrap-sentrup’? Intinya itulah.
Karena gak semua suasana bisa dibahasakan, kan?
Apalagi kalau siang hari, melernya makin menjadi-jadi.
Maka dari itu, sebisa mungkin aku menjaga penampilan, apalagi di depan orang yang...ehm
aku sukai.
Selain dua kegiatan super melelahkan tadi, bukan berarti
aku bebas dari segala tugas sekolah. Kamu pikir, praktikum itu untuk apa kalau
di endingnya gak numpuk laporan? Mana
kalau dihitung total laporan praktikum ada dua belas. Masih ada lagi, tugas
inilah itulah. Presentasi PKn, bahasa Jepang, PR Matematika yang ada aja tiap
kali pertemuan, hafalan English Speech, dan masih buanyak lagi. Dan yang tambah
ngeselin, pendalaman materi tiap pagi yang tentunya menuntutku buat berangkat
lebih pagi. Pokoknya jam 6.25 harus sudah ada di kelas. Padahal rumahku gak
bisa dibilang deket dari sekolah. Kalau siklus hidupku gini, jam tidurku bisa dibilang makin sedikit. Bayangin aja, sekarang aku cuma bisa tidur lima jam dalam sehari!
Akhir
bulan aku bakal ikut lomba pidato bahasa Jawa tingkat kota. Dan keadaanku masih
begini. Aku agak ngerasa kualat udah bilang “duh, kayaknya aku mau sakit nih.”
Janji deh, gak gitu lagi.
Semoga
saja pas hari-H lomba udah sembuh. Mana mungkin bisa perfect kalau pidato di depan banyak orang sambil meler. Huft
yakali.
Ya, mungkin ini cara Tuhan menyentilku, agar aku bisa
meluangkan sedikit waktu untuk beristirahat.
Kalau hidup kasih kejutan lagi, siap gak ya?


0 comments:
Post a Comment
Terima kasih telah menjadi salah seorang pembaca jurnalku. Semoga kamu suka. Silakan beri komentar yang baik ya. Biar aku senang. He he ✿
Calon penulis,
Nafi'ah