Waduuuh
nggak kerasa aku udah kelas XII. Kok rasanya SMA ini lebih cepat dibanding SMP ya? Tiga tahun di SMA berasa setengah kalinya di SMP. Memang, dunia terus
berputar. Cepat. Dan makin cepat. Semakin banyak ujian yang udah ngantri buat
aku hadapi. Kapan pun harus siap. Ya nggak?
Di kelas
tiga ini yang artinya aku udah harus berfikir matang, aku tidak mau
menggantungkan begitu saja mimpi-mimpiku. Mimpiku tidak cuma satu. Target yang
harus aku capai pun banyak. Ah, rasanya semakin banyak saja yang membebani
kepalaku.
Aku
mau cerita dikit nih. Boleh ya?
Jadi
ceritanya, kelasku bikin proyek
menempel kertas harapan di dinding kelas. Satu anak boleh nulis mimpi apa saja
yang dia punya. Aku nulis banyak nih. Salah satunya, aku ingin keliling dunia.
Dan semoga bisa sampai ke Jepang! Aku berharap bisa melihat bunga sakura mekar
di sana. Aamiin. Intinya, aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Sukses di
segala bidang pokoknya.
Menurutku,
teman kelas tigaku ini lebih berkeluarga. Saling mendukung satu sama lain.
Karena aku udah nggak punya kegiatan apa-apa lagi selain belajar, tiap pulang
sekolah aku dan beberapa temanku ngobrol dikit sambil membahas mata pelajaran
yang susah. Fisika dan Matematika. Itu wajib. Kalau diskusi gini rasanya
pelajaran yang awalnya nggak paham sama sekali jadi (lumayan) paham. Dulu pas
masih ikut tim basket rasanya pulang sekolah udah nggak mau belajar. Pulang
maghrib dengan kondisi badan pegel-pegel, keringetan... Belum lagi latihan
tonti yang bisa sampai tiap hari. Tapi aku bersyukur, masih bisa mengimbangi
sekolah beserta latihan (walau terkadang malas buka buku). Hmmmm kangen
jaman-jamannya jadi anak sibuk.
Akhir-akhir
ini aku merasa lebih ceria. Punya teman kelas yang menyenangkan dan solid. Walaupun kutu buku semua. Kalau
tau isinya anak pinter semua, itu malah mendorongku semakin berusaha lagi dan
lagi. Lebih ceria, tapi aku juga sering deg-degan.
Entah kenapa rasanya mataku berat, padahal masih pagi. Rasanya banyak pikiran
juga, padahal nggak tau apa yang dipikirin. Haha. Karena apa ya, aku nggak tau
alasannya. Atau kalau udah mau jadi mahasiswa memang begini?
Terkadang
aku takut akan semua mimpiku. Pasti ada rasa pesimis dan keraguan. “Aku
salah nggak sih milih jurusan ini, ketinggian nggak sih mimpiku, bakal terkabul
nggak ya harapanku....”
Tapi,
aku selalu ingat kata-kata ini.
Bermimpilah yang tinggi. Jika kamu terbangun, kamu akan jatuh di antara jutaan bintang.
Bermimpilah yang tinggi. Jika kamu terbangun, kamu akan jatuh di antara jutaan bintang.
Aku, satu di antara 24 anak di kelas IPA 1 yang sedang berjuang meraih mimpi. Dan aku harus bisa membuat semuanya menjadi nyata. Tidak ada yang tidak mungkin, kan?





0 comments:
Post a Comment
Terima kasih telah menjadi salah seorang pembaca jurnalku. Semoga kamu suka. Silakan beri komentar yang baik ya. Biar aku senang. He he ✿
Calon penulis,
Nafi'ah