Wednesday, 15 February 2017

Pertemuan

Posted by Nafi'ah Indah Mutiara at Wednesday, February 15, 2017
Waktu berlalu begitu cepat ya? Seperti apa hari kalian? Meskipun ada hal yang sedih dan memberatkan, tidak apa asalkan yang bahagia lebih banyak. Setuju gak? Aku sih yes!

Kalau orang-orang bilang hidup adalah tentang perpisahan, buatku itu bohong banget. Karena kalau begitu, enggak ada artinya "saling mengenal", bukan?

Tidak berbeda dari biasanya, tulisanku ini akan berujung curcol alias curhat colongan. Ha ha.
Yang agak spesial, tulisanku kali ini berisi nasihat penting. Ya walaupun si penulis juga susah mempraktikkan. He he. Akan sangat senang kalau kamu-kamu semua mau baca. Kalau gak, bacanya sampai sini saja gapapa kok. He he.

Siapa yang tidak suka dengan pertemuan?
Aku senang, senang sekali dipertemukan dengan orang banyak. Sudah 19 tahun aku di dunia, enggak terhitung berapa banyak orang yang kutemui. Sekaligus meninggalkan pengalaman berharga di setiap pertemuannya.
Tidak sedikit pula yang takut dengan pertemuan karena sejatinya pertemuanlah yang mengantarkan kepada perpisahan. Yang ini setuju enggak?
Kadang aku juga berpikir. Kenapa orang-orang datang silih berganti hanya untuk pergi?
Tidak jauh berbeda dari pertanyaan barusan, kenapa diciptakan hati kalau pada akhirnya akan dipatahkan?

Tapi mari kita pikirkan sejenak.
Seberapa besar ketakutanmu akan perpisahan, akan dikalahkan oleh hati yang lapang karena syukur yang kita ucapkan atas pertemuan kita dengan orang-orang.
Bukan masalah dengan siapa kita dipertemukan. Melainkan hal-hal berharga yang tidak ada duanya, yang orang-orang tinggalkan kepada kita.
Nah. Bagaimana kalau pertemuan itu justru menyakitkan? Lebih menyakitkan ketimbang perpisahan?

Begini. Aku pernah belajar. Terkadang orang yang pernah menyakiti kita sampai sesakit-sakitnya, justru dia lah yang memegang kunci kesembuhan kita.
Pada intinya, dengan jatuhnya kamu ataupun kecewanya kamu, semua itu akan membawamu kepada yang jauh lebih baik. Tanpa kamu sadari kamu akan menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi dunia. Setiap terluka malah jadi semakin dewasa. Gampangannya, today's tears are tomorrow's strength. He he.
Maka dari itu, berterimakasihlah kepada mereka.

Perlu kita ingat.
Setiap orang datang dengan caranya sendiri. Bersama dengan perwatakan masing-masing. Bahkan ada pula yang datang (ini terjadi kepadaku juga) dengan membawa rasa. Ah, yang terakhir ini sepertinya berat.

Dengan pertemuan-pertemuan yang telah terjadi, aku jadi tau bahwa setiap orang itu tak sama. Bagaimana mereka tersenyum, berjalan, berbicara, pun berbeda-beda. Enggak jarang juga, kan, topeng mereka kenakan? Bahkan di akhir cerita pun kamu akan tau wajah sebenarnya di balik topeng mereka :)

Tuhan selalu punya cara mempertemukan kita dengan siapa saja, di mana saja, kapan saja, dengan cara yang tidak terduga.

Aku juga selalu ingat. Bahwa orang yang dipertemukan oleh Tuhan kepada kita, juga dipertemukan dengan orang lain. Jadi wajar bila hidup selalu memberikan pilihan. Ke mana, kepada siapa, dan atas dasar apa dia menjatuhkan pilihan kepada seseorang yang ditemui dalam hidupnya.

Aku sedang belajar untuk tidak meminta dia datang ke arahku. Karena aku tidak bisa melakukan apa yang disebut memaksa. Apalagi ini berkaitan dengan hati manusia.
Yang jelas terima kasih banyak kamu sudah mau datang di masaku. Di abad ke-21 ini he he.
Aku senang dipertemukan denganmu.
Aku sangat senang mengenalmu.

Tidak perlu lagi memikirkan betapa keras hatinya tidak acuh kepadaku. Betapa canggung sikapnya ketika di dekatku. Betapa pura-puranya... ya begitulah. Pokoknya semua itu tidak-perlu-lagi.

Aku hanya perlu berubah.
Dan mengubahnya.
Dan buatku, perubahan tanpa keyakinan yang kuat dan kesabaran yang ekstra untuk mencapai tujuan adalah omong kosong besar.

Sabar.
Sabar lagi.
Sabar terus.
Sampai kamu lupa bahwa dirimu sedang bersabar.
Percayalah. Sekeras apapun hati seseorang, bila disentuh dengan hati yang lembut, akan luluh juga.


Bukan motivator,
Nafi'ah.

1 comments:

MILAMUYA on 24 February 2017 at 00:05 said...

bravoo!:3

Post a Comment

Terima kasih telah menjadi salah seorang pembaca jurnalku. Semoga kamu suka. Silakan beri komentar yang baik ya. Biar aku senang. He he ✿
Calon penulis,

Nafi'ah

 

Nafi'ah Indah Mutiara Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting