Heyho!
Tiup dulu sini blog aku yang sudah berdebu. Akhirnya setelah sekian lama gak
nulis bisa punya waktu juga. Sebenernya banyak banget sih momen ataupun
problematika yang pengen aku ungkapkan lewat tulisan. Karena gak ada salahnya
kan, berbagi cerita? Mulai menjurus ke curcol nih alias curhat colongan. Haha. Dan
jangan bingung, sekali lagi aku ingatkan ini akan jadi sangat tidak jelas.
By
the way aku belum bisa tidur. Mungkin karena tadi tidur siang cukup lama (?)
Iya soalnya aku gak biasa tidur siang, jadi palingan jam setengah delapan aja
udah terbaring pulas di kasur. Haha.
Posisiku
sekarang lagi nyelip di selimut sambil pasang earphone dengerin Beethoven Fur Elise. Jadi itu aku download video
orang main piano gitu. Entah kenapa aku suka banget ndengerin itu pas
malam-malam sebelum tidur. Maybe, I can rename it “Lullaby For Me”. Hahaha. Padahal
itu kan lagu misterius ya? Ah, biarin. Namanya juga suka. Habis pianistnya si dia
sih. Keren!
Karena
mataku belum ngasih tanda-tanda waktunya merem, jadi...
Mari
kita mulai (curcolnya)...
Well,
sudah beberapa minggu ini aku menjalankan kegiatan yang penuh pengulangan. Monoton.
Bangun-sekolah-nugas-tidur. Kalau kamu bilang masa SMA apalagi yang bentar lagi
mau ujian itu timing sibuk-sibuknya,
aku setuju. Tapi aku lebih setuju lagi kalau dikasih waktu luang. Seminggu deh!
Ya,
saat kamu melalui hal-hal berat...kamu akan menemukan seseseorang bahkan
sekumpulan orang yang membuatmu berlatih untuk bisa bilang kalau ini tidak
berat. Bukan masalah ada orang yang peduli, pura-pura peduli, atau bahkan
bener-bener gak peduli terhadap apa yang kamu rasakan. Aku bukannya mencari
orang-orang yang seperti itu. Aku termasuk orang yang menjadikan seseorang
sebagai motivasi. Entah kenapa kepada orang yang satu ini aku gak perlu pikir
panjang untuk menjadikannya motivasiku dalam belajar. Walaupun (mungkin) orang
itu masa bodoh terhadap apa yang aku lakukan. Tapi seenggaknya aku bangga
menaruh namanya di peringkat kedua list
orang yang berpengaruh terhadap belajarku. Pertamanya jelas orangtuaku ya. Dan sekali
lagi, biarlah orang itu gak peduli kalau namanya aku tulis.
Senang, kan, kalau setiap
hari bisa melihat senyum orang yang kita suka? Walau bahkan bukan untuk kita.
Kamu juga akan merasa sedih,
kan, kalau orang itu ternyata benar-benar tidak menyukai kita?
Tapi di lain hal, jika aku
berkata, 'Aku menyukai dia. Aku hanya menyukai dia. Aku tidak mau yang lain.
Sudah cukup dia saja.' Egois, kan?
Aku sama sepertimu. Aku juga
manusia seperti itu. Jadi aku sebisa mungkin untuk...tidak membenci keputusan
mereka. Kamu tidak bisa memaksakan kehendak. Apalagi ini berkaitan dengan hati
manusia.
Aku termasuk
orang yang percaya bahwa semua orang itu punya hati (memang semua begitu, semua
orang memang punya hati) dan perasaan (entah kalau ini aku gak tau). Dan aku
juga percaya kalau Tuhan mampu membolak-balikkan hati dan perasaan manusia. Walaupun
mungkin saat ini kamu tidak menyukai suatu hal, tunggu saja nanti, besok, atau
lusa. Aku ini manusia. Kamu juga manusia. Yang dalam sepuluh detik pun hatiku dan
hatimu bisa berubah.
Kadang
aku merasa bodoh dan sia-sia. Buat apa menjadikan seseorang sebagai penyemangat
yang bahkan orang itu tidak pernah mengucapkan kata ‘semangat’ untuk diriku. Tapi
kembali ke tadi, hati setiap orang bisa berubah.
Dan aku
terlanjur jatuh kepadanya. Dan...aku tidak menyesal.
There’s
nothing you can do. Kamu hanya perlu mental yang kuat untuk melihat hasilnya
nanti.
ps:
Maaf ya ngepostnya jam segini. Mimpiin aku boleh, gak juga gapapa.


2 comments:
Diaaa uu i know him yea :3
Post a Comment
Terima kasih telah menjadi salah seorang pembaca jurnalku. Semoga kamu suka. Silakan beri komentar yang baik ya. Biar aku senang. He he ✿
Calon penulis,
Nafi'ah